Showing posts with label Tulisan. Show all posts

           Secara umum, media merujuk sebagai alat atau saran untuk bertukar informasi atau berkomunikasi. Media sering sekali mengalami per...

    



    Secara umum, media merujuk sebagai alat atau saran untuk bertukar informasi atau berkomunikasi. Media sering sekali mengalami perubahan. Perubahan ini bersamaan dengan perubahan yang terjadi di masyarakat. Meskipun terjadi perubahan media dan perubahan masyarakat yang menyertainya, terkadang sangat baru dan berbeda dari yang sebelumnya, tapi keduanya selalu beradaptasi satu sama lain. Berikut perubahan yang terjadi pada media dan masyarakat:

- Masyarakat Pregrikultural
        Masyarakat pegrikultural sudah ada sebelum masyarakat pertanian. Pada masa ini, kebanyakan orang hidup secara berkelompok untuk berburu hewan dan mengumpulkan tumbuhan. Budaya pada masa ini bergantung pada kata-kata yang diucapkan untuk menyampaikan ide-ide dari mereka sendiri atau dari generasi sebelum-sebelumnya, contohnya seperti dukun, nyanyian ritual, mitos, dan lainnya.

- Masyarakat Pertanian
    Pada masa ini, masyarakat mulai menemukan pekerjaan yang mulai menyeluruh seperti pertambangan, perikanan dan penerbangan. Dengan masyarakat yang lebih mapan dan struktur yang lebih kompleks daripad generasi sebelumnya. Pada peradaban awal, literasi (metode penulisan) hanya umum di kalangan pendeta atau masyarakat kelas atas. Di beberapa budaya, literasi sengaja dibatasi karena penguasa kelas atas ingin menjaga massa (masyarakat) tetap bodoh dan terjauhi dari ide-ide baru. Pada masa ini, produksi karya cetak sangat melelahkan karena dilakukan secara manual, seperti yang dilakukan biarawan kristen dengan menyalin buku dengan tangan. Sampai akhirnya, Orang Cina mengembangkan mesin press untuk percetakan yang menggunakan balok kayu yang sudah diukir, kertas, dan tinta. Kurir pembawa pesan yang mampu menghafal pesan lisan yang panjang sangat berjasa pada masa ini, dikarenakan banyak masyarakat yang masih buta huruf.

- Masyarakat Industri
        Pada masa ini ditemukan teknologi baru di bidang komunikasi, yaitu percetakan. Pada masa ini, terjadi produksi massal dan penyebaran literasi kepada masyarakat, hal ini menciptakan permintaan akan lembaran berita cetak yang akhirnya berkembang menjadi surat kabar (koran). Dengan adanya pengurangan industri dan upah yang lebih tinggi di daerah perkotaan, hal ini memicu perpindahan massal dari daerah pedesaan ke kota-kota yang dilakukan oleh masyarakat. Dikarenakan pertumbuhan penduduk perkotaan semakin tinggi, sehingga uang yang ditransaksikan akan semakin besar, hal ini mendorong media surat kabar (koran) tidak hanya untuk menyampaikan berita saja, tetapi juga untuk melakukan promosi atau iklan.

        Pada tahun 1910 Amerika Serikat menjadi masyarakat industri (pekerjaan industrial lebih banyak dibandingkan pertanian). Metode produksi massal industri diterapkan untuk mempercepat proses percetakan surat kabar dan majalah, dan pada masa ini ditemukan juga teknologi komunikasi yang baru seperti radio, televisi.

- Masyarakat Informasi
        Kita termasuk dalam masyarakat informasi yang bergantung pada produksi dan konsumsi informasi. Pekerjaan informasi mulai mendominasi tenaga kerja, hal ini menandai adanya transisi ke masyarakat informasi. Transisi ini dimulai di Amerika Serikat pada tahun 1960. Saat ini, proporsi pekerjaan yang berkaitan dengan informasi telah mencapai puncaknya, yakni sekitar setengah dari angkatan kerja. 

        Evolusi media dalam masyarakat informasi ditandai dengan adanya hubungan antara manusia dengan manusia yang lain dalam jarak yang jauh (end to end). Beberapa media dari perubahan ini yang sudah muncul sebelum adanya komputer: telepon, radio, televisi

Google. Siapa yang tidak tau google? Perusahaan IT yang produknya sering sekali kita pakai yaitu search engine di website google.com, yang b...

Google. Siapa yang tidak tau google? Perusahaan IT yang produknya sering sekali kita pakai yaitu search engine di website google.com, yang berguna untuk mencari berbagai macam informasi seperti peluang bisnis, informasi beasiswa, bahkan kunci jawaban ulangan. oops

Sejarah Berdirinya Google
Sedikit cerita tentang berdirinya Google. Google dimulai dari proyek yang dikerjakan oleh Larry Page dan Sergey Brin pada tahun 1996. Mereka mengembangkan mesin pencari tersebut dan dioperasikan menggunakan server di kampus mereka. Tujuan mereka menciptakan Google adalah agar Google dapat menjadi gudang informasi tak terbatas di internet.

Kini, google tidak hanya menyediakan search engine sebagai fitur utama mereka, mereka juga menyediakan layanan-layanan yang sangat bermanfaat dan menarik, seperti: Google Mail, Youtube, Google Meet, Google Docs, dan lain-lain.

Google mempunyai banyak sekali manfaat bagi banyak orang, diantaranya:
- Membantu seseorang untuk mencari informasi dengan search engine yang disediakan oleh Google.
- Menyediakan layanan pesan elektronik (e-mail) yang bisa digunakan secara gratis untuk mengirim pesan elektronik ke pengguna e-mail lainnya, dengan layanan Google Mail.
- Memberikan hiburan bahkan video-video menarik lainnya dengan layanan Youtube yang disediakan oleh Google.
- Menyediakan tempat bagi pengguna untuk melakukan pertemuan secara online (meeting online), terutama di masa pandemi seperti ini, dengan layanan Google Meet.


     Pertentangan Sosial dan Integrasi Sosial Dalam Masyarakat   Disusun oleh:  Takumi Kozaki (11120122)    PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI  ...

    

Pertentangan Sosial dan Integrasi Sosial Dalam Masyarakat 



Disusun oleh: 
Takumi Kozaki (11120122) 

 





PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI 

FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI 

UNIVERSITAS GUNADARMA 

2020/2021 

 

 

 

 


KATA PENGANTAR


        Puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah Subhannahu wa Ta’ala, Tuhan semesta alam. Atas izin dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah ini, dengan tujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar dan menambah pengetahuan bagi kita semua.

        Penulis menyadari dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, penulis bersedia menerima masukan dari semua pihak baik berupa kritik maupun saran yang bersifat membangun. Akhir kata, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Jakarta, 30 Juni 2021


Takumi Kozaki





DAFTAR ISI  

DAFTAR ISI ................................................................................................................. i
BAB 1 PENDAHULUAN ............................................................................................ 1
    1.1 Latar Belakang .................................................................................................... 1
    1.2 Tujuan Penulisan ................................................................................................. 1
BAB 2 PEMBAHASAN ............................................................................................... 2
    2.1 Definisi Perselisihan Sosial ................................................................................. 2
        2.1.1 Penyebab Adanya Konflik Sosial ................................................................. 2
        2.1.2 Dampak Terjadinya Konflik ......................................................................... 2
        2.1.3 Penyelesaian Konflik .................................................................................... 2
    2.2 Integrasi Sosial .................................................................................................... 3
        2.2.1 Sifat Integrasi Sosial .................................................................................... 3
        2.2.2 Faktor Pendorong Integrasi Sosial ............................................................... 3
        2.2.3 Faktor Penghambat Integrasi Sosial ............................................................ 3
        2.2.4 Bentuk-bentuk Integrasi Sosial ................................................................... 3
BAB 3 PENUTUP ........................................................................................................ 4
    3.1 Kesimpulan ......................................................................................................... 4
    3.2 Saran ................................................................................................................... 4
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................. 5 

 




BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

    Setiap manusia memiliki pemikiran dan perasaannya masing-masing. Bukan hal yang tidak mungkin bagi setiap individu untuk memiliki perselisihan terhadap  pendapat yang mereka punya. Hal ini dilatarbelakangi dengan adanya faktor internal seperti perbedaan sudut pandang, penyikapan dalam menghadapi masalah, dan ego. Bahkan terdapat juga faktor eksternal seperti adat istiadat dan budaya. 

1.2 Tujuan Penulisan

    Tujuan disusunnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata pelajaran Ilmu Budaya Dasar, serta memberikan pengetahuan tentang perselisihan sosial dan integrasi sosial.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Perselisihan Sosial

    Perselisihan atau konflik sosial adalah proses ketika seseorang atau suatu kelompok mencoba untuk memenangkan pendapatnya atau berusaha mencapai tujuannya dengan melakukan kekerasan kepada orang lain ataupun kelompok lain yang tidak sejalan dengannya.


2.1.1 Penyebab Adanya Konflik Sosial

    Konflik dapat terjadi kapan saja dan kepada siapa saja. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya konflik adalah sebagai berikut:

1) Adanya perbedaan keyakinan dan pendapat antara kelompok.
2) Adanya perbedaan budaya antar kelompok.
3) Mempunyai kepentingan dan tujuan yang berbeda.
4) Adanya kesenjangan sosial antar individu ataupun kelompok.
5) Ketidaksiapan masyarakat menhadapi perubahan.


2.1.2 Dampak Terjadinya Konflik

    Konflik dapat menimbulkan berbagai dampak atau permasalahan baru. Dampak yang ditimbulkan dari konflik adalah sebagai berikut:
1) Dapat menyebabkan kerugian harga benda bahkan menyebabkan jatuhnya korban.
2) Terjadinya perpecahan antara individu ataupun kelompok.
3) Melumpuhkan roda perekonomian, dikarenakan transaksi perdagangan tidak berjalan dengan            lancar, bahkan terhenti.
4) Merusak fasilitas umum.


2.1.3 Penyelesaian Konflik

    Konflik dapat dipecahkan dan diselesaikan dengan cara-cara berikut:
1) Mediation, melibatkan pihak ketiga yang bersifat netral untuk membantu menyelesaikan masalah.
2) Compromise, kedua pihak berusaha untuk mendapatkan jalan tengah.
3) Elimination, salah satu pihak mengalah dan membiarkan pihak lain menang.
4) Subjugation, pihak yang mempunyai kekuatan yang lebih besar dapat memaksa pihak lain untuk            mentaatinya.
5) Majority Rule, mengambil keputusan dengan melihat yang dilakukan dengan voting, tanpa                    mempertimbangkan argumentasi.
6) Minority Consent, memenangkan kelompok yang kuat (mayoritas), tetapi tidak mematikan                   kelompok yang lemah (minoritas), sehingga kelompok lemah tidak merasa dikalahkan dan                    sepakat untuk melakukan kegiatan bersama.
7)    Stalemate, masalah yang terhenti secara sendirinya dikarenakan kedua belah pihak tidak    
       menemukan jalan keluar.



2.2 Integrasi Sosial
    Integrasi sosial adalah suatu bentuk proses sosial yang dilakukan oleh berbagai pihak untuk mengatasi beragam permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan bermasyarakat, walaupun penyebab munculnya suatu permasalahan berbeda-beda.


2.2.1 Sifat Integrasi Sosial
Sifat integrasi sosial menurut Paulus Wirutomo, dapat dibedakan menjadi tiga sifat berikut:
1) Integrasi normatif. Integrasi yang dapat terbentuk karena adanya kesepakatan nilai, norma, tujuan bersama, dan rasa solidaritas antaranggota masyarakat. Integrasi normatif biasanya terjadi pada masyarakat yang memiliki solidaritas mekanis (masyarakat sederhana). Integrasi ini berkaitan dengan unsur-unsur budaya sehingga sering disebut integrasi budaya.
2) Integrasi fungsional. Integrasi yang terbentuk dengan melihat masyarakat sebagai suatu sistem yang terintegrasi. Integrasi fungsional, berkembang dalam masyarakat yang memiliki tingkat spesialisasi kerja tinggi.
3) Integrasi koersif. Integrasi yang terjadi tidak berasal dari hasil kesepakatan normatif ataupun ketergantungan fungsional. Integrasi koersif merupakan hasil kekuatan yang mengikat masyarakat secara paksa. Integrasi koersif terjadi karena paksaan dari pihak-pihak yang memiliki kekuasaan.


2.2.2 Faktor Pendorong Integrasi Sosial
Beberapa faktor pendorong integrasi sosial adalah sebagai berikut:
1) Keinginan untuk memiliki.
2) Cross-cutting affiliations.
3) Cross-cutting loyalities.
4) Konsensus.
5) Rela berkorban demi tujuan bersama.


2.2.3 Faktor Penghambat Integrasi Sosial
Beberapa faktor penghambat integrasi sosial adalah sebagai berikut:
1) Kondisi masyarakat yang terisolasi.
2) Kurangnya ilmu pengetahuan yang dimiliki masyarakat.
3) Terdapat perasaan superior yang dimiliki suatu kelompok.


2.2.4 Bentuk-bentuk Integrasi Sosial
Beberapa bentuk dari integrasi sosial adalah sebagai berikut:
1) Integrasi normatif, akibat adanya norma yang berlaku di masyarakat seperti prinsip Bhineka                    Tunggal Ika
2) Integrasi fungsional, terbentuk karena suatu kelompok memiliki fungsi dan keahlian tertentu.
3) Integrasi koersif, terbentuk berdasarkan kekuasaan yang dimiliki penguasa. Dalam hal ini                        penguasa melakukan cara-cara kekerasan (koersif).



BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan

    Perbedaan pendapat dan pemikiran dapat memicu terjadinya konflik sosial ditengah-tengah masyarakat. Konflik sosial sangat wajar untuk terjadi, dikarenakan sudut pandang manusia sebagai individu berbeda satu sama lain. Perbedaan ini bisa terus berlanjut hingga menjadi konflik sosial, jika tidak diselesaikan dengan kepala dingin dan pemikiran yang rasional.

        Integrasi sosial adalah berkesinambungannya individu-individu dalam masyarakat yang dapat tercipta, jika setiap individu memiliki rasa kebersamaan dan saling mengerti dan menghargai satu sama lain. Integrasi sosial dapat menjadi solusi untuk mengurangi tingkat kemungkinan terjadinya konflik sosial.


3.2 Saran

        Masalah akan terus muncul seiring berjalannya waktu. Diperlukannya semangat persatuan dan rasa kebersamaan untuk menjaga kerukunan dan kebersamaan dalam bermasyarakat. Membicarakan masalah yang sedang dihadapi dengan orang banyak dengan kepala dingin, sangat diperlukan untuk menemukan jalan tengah ataupun solusi dari suatu permasalan.




DAFTAR PUSTAKA

https://www.bola.com/ragam/read/4520008/macam-macam-konflik-sosial-beserta-contohnya-yang-perlu-diketahui

https://www.daya.id/usaha/artikel-daya/sosial/beberapa-upaya-dan-cara-mengatasi-konflik-sosial-sehari-hari

https://www.ruangguru.com/blog/penyebab-konflik-sosial-di-masyarakat

https://id.wikipedia.org/wiki/Integrasi_sosial

https://www.kompas.com/skola/read/2020/12/11/171137169/integrasi-sosial-definisi-dan-bentuknya






      Hai semua, kita dipertemukan kembali ditulisan saya ini. Pada tulisan ini, saya akan memabahas tentang keberagaman beragama sebagai ma...

 


    Hai semua, kita dipertemukan kembali ditulisan saya ini. Pada tulisan ini, saya akan memabahas tentang keberagaman beragama sebagai manusia. Nah, sebelum dibahas lebih lanjut ada baiknya kita tau terlebih dahulu apa itu keberagaman. 

    Keberagaman merupakan kondisi yang dimiliki suatu masyarakat yang memiliki banyak perbedaan mulai dari ras, suku, agama, dan lain-lain. Keberagaman sendiri dapat menjadi identitas suatu masyarakat ataupun negara. Keberagaman dapat membentuk sifat toleransi dalam diri, pada masyarakat untuk menghargai perbedaan. Salah satunya adalah perbedaan keyakinan atau agama.

    Agama merupakan hal yang dimiliki oleh seseorang, yang mengatur hubungan antara dirinya dengan Sang Pencipta. Sebagai individu didalam masyarakat kita harus memupuk sikap toleransi terhadap orang lain, yang memiliki perbedaan keyakinan dengan kita, seperti contohnya: tidak mengganggu mereka yang ingin melaksanakan ibadah, menghargai hal yang mereka lakukan, dan lain-lain. Selama tidak merugikan kita, baik benda/harta maupun keimanan kita. 

    Oleh karena itu, marilah kita mulai memupuk rasa toleransi dalam diri kita, untuk menghargai orang lain serta perbedaan / ciri khas yang dimiliki oleh orang lain.

Sekian dulu bahasan kita tentang keberagaman beragama dalam kehidupan manusia. Semoga kita dapat dipertemukan kembali pada tulisan saya yang selanjutnya dalam keadaan sehat dan berkecukupan. Aamiiin...

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang Ilmu Sosial Dasar (ISD). Dimulai dari pengertian Ilmu Sosial Dasar, tujuan ISD dan hubu...


Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang Ilmu Sosial Dasar (ISD). Dimulai dari pengertian Ilmu Sosial Dasar, tujuan ISD dan hubungan ISD dengan IPS.

- Pengertian Ilmu Sosial Dasar (ISD)

Secara singkat, Ilmu Sosial Dasar (ISD) adalah ilmu yang menelaah berbagai masalah sosial yang ada dalam masyarakat, dengan menggunakan konsep, teori dan fakta dari berbagai bidang lain yang ada didalam lingkup ilmu-ilmu sosial.


- Tujuan Ilmu Sosial Dasar (ISD)

Ilmu Sosial Dasar memiliki tujuan, sebagai berikut:
  1. - Memahami dan menyadari adanya masalah sosial di masyarakat.
  2. - Peka terhadap masalah sosial dan berusaha mencari solusinya.
  3. - Memahami jalan pikiran ahli-ahli di bidang lainnya agar bisa berkomunikasi dalam rangka            penyelesaian masalah di masyarakat.

Ilmu Sosial Dasar membantu mengembangkan wawasan, penalaran dan kepribadian mahasiswa, agar memperoleh wawasan yang lebih luas. Kepribadian yang diharapkan dari mahasiswa berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia lain, serta sikap dan tingkah laku manusia terhadap manusia lainnya yang bersangkutan secara timbal balik.


- Hubungan Ilmu Sosial Dasar (ISD) dengan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial, memiliki beberapa persamaan dan sebagai berikut:

Adapun persamaan antara keduanya, sebagai berikut: 
  1. - Ilmu Sosial Dasar diberikan di Perguruan Tinggi, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial       diberikan di Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan. 
  2. -Ilmu Sosial Dasar merupakan satu mata kuliah tunggal, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial   merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran (untuk sekolah lanjutan).
  3. -Ilmu Sosial Dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian, sedangkan Ilmu   Pengetahuan Sosial diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan ketrampilan intelektual. 


Adapun perbedaan antara keduanya, sebagai berikut:
  1. - Ilmu Sosial Dasar diberikan di Perguruan Tinggi, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di    Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan.
  2. - Ilmu Sosial Dasar merupakan satu matakuliah tunggal, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial     merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran (untuk sekolah lanjutan).
  3. - Ilmu Sosial Dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian, sedang Ilmu   Pengetahuan Sosial diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan ketrampilan intelektual.

Hanya itu yang dapat saya bagikan.
Terima Kasih!

Hi. And welcome to my blog (: Hi. And welcome to my blog (: Hi. And welcome to my blog (: Hi. And welcome to my blog (: Hi. And welcome to m...


Hi. And welcome to my blog (:

Hi. And welcome to my blog (:

Hi. And welcome to my blog (:

Hi. And welcome to my blog (:

Hi. And welcome to my blog (: